Apa itu cacar monyet ?
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi monkeypox virus yang terlogong dalam Orthopoxvirus. Cacar monyet
ini endemik di Afrika Barat dan tergolong ke dalam penyakit yang dapat
sembuh sendiri (self-limited disease)
Bagaimana cara penularannya ?
Menurut WHO, virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, seperti kontak
dengan darah hewan, cairan tubuh dan luka kulit yang telah terinfeksi. Hewan
yang dapat menularkan seperti monyet dan hewan pengerat.
Apa saja Gejalanya ?
Gejalanya seperti demam, sakit
kepala terus-menerus, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tulang belakang,
nyeri otot, dan lemas serta. Gejala ini dapat berlangsung selama 14 sampai 21 hari ,
Selain itu, penderita cacar monyet akan mengalami bercak-bercak yang
dimulai dari wajah dan selanjutnya menyebar keseluruh tubuh. Bercak-bercak akan berubah menjadi bintil-bintil seperti jerawat yang berisi cairan jernih, kemudian menjadi nanah, dan mengering.
Bagaimana cara mendiagnosisnya ?
"Apabila muncul gejala seperti di
atas maka segera datang ke Dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat."
Dokter nantinya akan melakukan pengambilan sampel dari bintil-bintil penderita untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Bagaimana cara pengobatannya ?
Tidak ada pengobatan spesifik atau vaksin untuk cacar monyet ini.
Pengobatan hanya diberikan berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien.
WHO mengatakan bahwa vaksin smallpox
(cacar) dapat digunakan untuk melawan cacar monyet ini sekitar 85%, akan
tetapi vaksin ini tidak beredar disemua Negara karena smallpox sendiri telah dimusnahkan sejak 1980.
Cara mencegah dan mengontrol
Pencegahan utamanya dengan :
- Menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh hewan pengerat atau hewan primata seperti monyet
- Menghindari memasak daging tidak matang
- Menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet
Sumber :
- WHO. Human monkeypox (MPX).[Internet][Cited 15th may 2019]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/monkeypox/en/
- WHO. Monkeypox.[internet][Cited 15th may 2019].Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

Komentar
Posting Komentar